Menu - Pages

Jumat, 26 Mei 2017

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat





HUBUNGAN MANUSIA DAN BUDAYA

Hubungan manusia dengan budaya sangatlah erat karena dari kata manusia yang artinya ciptaan Tuhan yang berakal budi yang sangatlah istimewa dari ciptaan Tuhan yang lainnya. Sedangkan Budaya itu sendiri adalah ciptaan manusia yang berasal dari tingkah laku serta lingkungan pada kehidupan manusia itu sendiri sehingga terciptalah kata kebudayaan yang artinya budaya yang diciptakan oleh akal budi manusia, oleh sebab itu budaya dan manusia tidak bisa dipisahka Tiap manusia pun bisa tanpa disadari bisa membuat budaya dirinya sendiri, melalui akal budi mereka sendiri mereka bisa mempengaruhi orang lain disekitarnya, sehingga dengan seiring waktu berjalan, orang-orang disekitar dia akan memiliki tingkah laku, sifat dan kebudayaan yang hampir sama dengan dia Budaya manusia itu sendiri berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor seperti daerah, turun-temurun, tingkat sosial, lingkungan, kemajuan IPTEK dan lain sebagainya. Hal ini menimbulkan banyaknya tarian, lagu, kebiasaan dan tatanan kehidupan lainnya di setiap daerah yang berbeda, apalagi seperti di Indonesia yang memiliki banyak sekali daerah dan bermacam-macam suku. Contoh kebiasaan berbudaya dalam daerah Manado belum tentu sama dengan kehidupan berbudaya suku Bugis.

Seiring berjalannya waktu, kebudayaan yang mempengaruhi serta dipengaruhi oleh manusia pun semakin berkembang. Perbedaan tingkah laku dan etika berbudaya setiap manusia terkadang menimbulkan konflik dalam kehidupan manusia. Kebanggaan, kesombongan dan egoisme manusia terhadap kebudayaannya membuat manusia tersebut bersikap radikal yang arti kasarnya ia melihat bahwa kebudayaan orang lain itu buruk dan kebudayaannya lah yang terbaik. Berbagai macam konflik kehidupan manusia yang berlatar belakang budaya seringkali kita temui seperti diskriminasi dan rasisme terhadap suku tertentu maupun agama tertenu , Budaya yang berbeda itu indah, karena kita bisa melihat perbedaan dan bisa mempelajari kebudayaan orang lain, manusia yang merupakan makhluk sosial tentunya tidak jauh dari yang namanya bergaul dengan orang lain, bersosialisme dengan orang lain, karena manusia tidak mungkin hidup sendiri, sehingga setiap manusia harus mempelajari dan bertoleransi terhadap budaya orang lain. Semakin banyaknya budaya yang ada di tengah-tengah manusia, konflik yang terjadi semakin banyak meskipun hanya karena masalah kecil. Kalau manusia yang memiliki toleransi tinggi, konflik tidak akan terjadi, karena manusia yang berakal budi baik tentu saja melihat keindahan dalam perbedaan sehingga kedamaian dan kebersamaan akan tercipta.


Tujuh Unsur Kebudayaan
1. Sistem Religi Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa   ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
3. Sistem Pengetahuan Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula.
4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi. Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
5 .Sistem Teknologi dan Peralatan. Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.
6. Bahasa Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
7. Kesenian Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

Bagi kebanyakan manusia, kerohanian dan agama memainkan peran utama dalam kehidupan mereka. Sering dalam konteks ini, manusia tersebut dianggap sebagai "orang manusia" terdiri dari sebuah tubuh, pikiran, dan juga sebuah roh atau jiwa yang kadang memiliki arti lebih daripada tubuh itu sendiri dan bahkan kematian. Seperti juga sering dikatakan bahwa jiwa (bukan otak ragawi) adalah letak sebenarnya dari kesadaran (meski tak ada perdebatan bahwa otak memiliki pengaruh penting terhadap kesadaran). Keberadaan jiwa manusia tak dibuktikan ataupun ditegaskan; konsep tersebut disetujui oleh sebagian orang dan ditolak oleh lainnya. Juga, yang menjadi perdebatan di antara organisasi agama adalah mengenai benar/tidaknya hewan memiliki jiwa; beberapa percaya mereka memilikinya, sementara lainnya percaya bahwa jiwa semata-mata hanya milik manusia, serta ada juga yang percaya akan jiwa kelompok yang diadakan oleh komunitas hewani dan bukanlah individu. Bagian ini akan merincikan bagaimana manusia diartikan dalam istilah kerohanian, serta beberapa cara bagaimana definisi ini dicerminkan melalui ritual dan agama.


contoh sistem kerohanian yang dianut oleh manusia
1.     Animisme
Animisme adalah kepercayaan bahwa obyek dan gagasan termasuk hewan, perkakas, dan fenomena alam mempunyai atau merupakan ekspresi roh hidup
2.    Mistikme
Barangkali merupakan praktik kerohanian dan pengalaman, tetapi tidak harus bercampur dengan theisme atau lembaga agama lain yang ada di berbagai masyarakat. Pada dasarnya gerakan mistik termasuk Vedanta, Yoga, Buddhisme awal (lihat pula Kerajaan manusia), tradisi memuja Eleusis, perintah mistik Kristiani dan pengkhotbah seperti Meister Eckhart, dan keislaman Sufisme. Mereka memusatkan pada pengalaman tak terlukiskan, dan kesatuan dengan supranatural (lihat pencerahan, kekekalan). Dalam mistikme monotheis, pengalaman mistik memfokuskan kesatuan dengan Tuhan.
3.    Politheisme
Konsep dewa sebagai makhluk yang sangat kuat kepandaiannya atau supernatural, kebanyakan dikhayalkan sebagai anthropomorfik atau zoomorfik, yang ingin disembah atau ditentramkan oleh manusia dan ada sejak permulaan sejarah, dan kemungkinan digambarkan pada kesenian Zaman Batu pula. Dalam masa sejarah, tatacara pengorbanan berevolusi menjadi adat agama berhala dipimpin oleh kependetaan (misal: agama Vedik, (pemraktekan kependetaan berkelanjutan dalam Hinduisme, yang namun telah mengembangkan teologi monotheis, seperti penyembahan berhala theisme monistik, Mesir, Yunani, Romawi dan Jerman)
4.    Monotheisme
Gagasan dari suatu Tuhan tunggal yang menggabungkan dan melampaui semua dewa-dewa kecil tampak berdiri sendiri dalam beberapa kebudayaan, kemungkinan terwujud pertama kali dalam bida’ah / klenik Akhenaten (lebih dikenal sebagai Henotheisme, tahap umum dalam kemunculan Monotheisme). Konsep dari kebaikan dan kejahatan dalam sebuah pengertian moral timbul sebagai sebuah konsekuensi Tuhan tunggal sebagai otoritas mutlak.


Manusia dan Keindahan



Manusia dan Keindahan


Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia juga tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang diciptakan tuhan, dan merupakan makhluk paling sempurna di muka bumi ini. Manusia diciptakan oleh tuhan YME memiliki akal dan pikiran, oleh karena itu manusia dapat menggunakan akal dan pikirannya untuk melakukan suatu hal, dan pada akhirnya terciptalah manusia yang adil yang menggunakan akal dan pikirannya dengan baik.

Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, yang artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung keindahan berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Keindahan dalam arti luas Keindahan dalam arti luas menurut plotinus ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Keindahan dalam arti estetis murni Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan sesuatu yang diserapnya. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungan penglihatan Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.

Nilai Estetika
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :

”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).




Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.  Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah

Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik . Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.

Perbedaaan Nilai Ekstrinsik Dan Nilai Intrinsik
·         Menurut kadarnya nilai digolongkan atas nilai Ekstrinsik dan nilai Intrinsik.  Nilai ekstrinsik (instrumental value/contributory value) yaitu sifat baik dari suatu benda dipandang dari segi peranan membantu memberi sifat baik tersebut.

·         Nilai intrinsik (consummatory value) yaitu sifat baik dalam diri suatu bendademi kepentingan benda tersebut. Nilai intrinsik ini adalah: kebenaran, kebaikan dan keindahan.
Berikut adalah contoh perbedaan nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik.

Ø  Puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai Ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai Instrinsik.
Ø  Tari, tarian Darmawulan – minakjinggo merupakan suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak – geriknya. Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan tarian itu adalah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai Instrinsik.


1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.

2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.

3) Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.

4) Keagungan Tuhan

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Hubungan Manusia Dan Sastra



Hubungan Manusia Dengan Sastra dan Budaya

Sastra merupakan penggambaran kehidupan yang dituangkan melalui media tulisan. Terdapat hubungan yang erat antara sastra dan kehidupan, karena fungsi sosial sastra adalah bagaimana ia melibatkan dirinya ditengah-tengah kehidupan masyarakat (Semi, 1989:56).
Melalui sastra, pola pikir seseorang atau kelompok masyarakat dapat terpengaruh. Karena sastra merupakan salah satu kebudayaan, sedangkan salah satu unsur kebudayaan adalah sebagai sistem nilai. Oleh karena itu, di dalam sebuah karya sastra tentu akan terdapat gambaran-gambaran yang merupakan sistem nilai. Nilai-nilai yang ada itu kemudian dianggap sebagai kaidah yang dipercaya kebenarannya, sehingga pola pikir masyarakat dapat terbentuk melalui karya sastra.
Hubungan Sastra, Masyarakat, dan Kebudayaan
Sastra merupakan bagian dari kebudayaan. Bila kita mengkaji kebudayaan kita tidak dapat melihatnya sebagai sesuatu yang statis, yang tidak berubah, tetapi merupakan sesuatu yang dinamis, yang senantiasa berubah. Hubungan antara kebudayaan dan masyarakat itu sangat erat, karena kebudayaan itu sendiri, menurut pandangan antropolog, adalah cara suatu kumpulanmanusia atau masyarakat mengadakan sistem nilai, yaitu berupa aturan yang menenukan suatu benda atau perbuatan lebih tinggi nilainya, lebih dikehendaki, dari yang lain. Kebanyakan ahli antropologi melihat kebudayaan itu sebagai satu keseluruhan, dimana sistem sosial itu sendiri adalah sebagian dari kebudayaan.


Beberapa contoh karya sastra seperti Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.



Hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan karena mengandung unsur-unsur bahasa. Ada beberapa alasan mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :sastra merupakan bahasa yang mempunyai kemampuan yang menampung kegiatan manusiaSastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi.Hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan sangat penting , karena ilmu budaya dasar meliputi dalam hal bahasa. ada beberapa alasan mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :

1. Sastra menggunakan bahasa. Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampi semua kegiatan manusia

2. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

3. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang leih mudah menemukan gagasan-gagasanya dalam bentuk yang tidak normative.

a) Seni Sastra Tulis
Banyak sekali jenis seni sastra tulisan yang berkembang di masyarakat, misalnya dalam bentuk prosa, puisi, cerita fiksi, dan essay.

b) Seni Sastra Lisan
Seni sastra lisan disampaikan dengan bahasa lisan.

Hubungan Antara Sastra, Seni dengan Ilmu Budaya Dasar
Hubungan sastra dan seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi yang beraneka ragam macamnya. dan bayangkan jika manusia hidup tanpa seni. Jika manusia hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi mereka atau tidak bisa berkomunikasi dengan manusia lainnya, maka akan menggangu kejiwaan atau psikologis manusia tersebut.
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.


Laporan Perjalanan Museum Indonesia

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR

“LAPORAN PERJALANAN MUSEUM INDONESIA”



Disusun Oleh :
Bagus Adji Samudra  (11116312)
Gamanepa Camiko     (12116969)
Muhammad Dimas F  (14116773)
Musa Rafael Z             (15116169)
Salma Nisa                   (16116774)


KELAS 1KA13
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Meti Nurhayati







KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini, meskipun materi dan metode penyusunan banyak kekurangan dikarenakan pengetahuan penulis yang masih sedikit, walaupun demikian ini merupakan suatu pengalaman dan kebanggan yang dapat diambil manfaatnya dimasa yang akan datang.
Penyusunan laporan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan dan memperluas cakrawala para mahasiswa
Laporan ini berjudul: “LAPORAN PERJALANAN KE MUSEUM INDONESIA”
Adapun data-data yang menjadi sumber penulisan laporan yang diperoleh dari mempelajari beberapa buku dari perpustakaan dan beberapa sumber dari Wikipedia atau internet.
Selama proses penyusunan ini, penulis berusah sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, agar kelak laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
  






PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Taman Mini Indonesia Indah merupakan suatu kawasan objek wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat dari banyak provinsi di Indonesia yang di tampilkan dalam bentuk anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Selain anjungan dari berbagai provinsi di Indonesia, TMII juga terdapat berbagai sarana rekreasi dan museum-museum lainnya. Seperti, Museum Air Tawar, Museum IPTEK, Museum Al-qur’a, Museum Indonesia, dan sebagainya. Di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia yang sangat mirip dengan aslinya.
Museum Indonesia ini dibangun tahun 1976 dan diresmikan pada 1980 yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-5 Taman Mini 'Indonesia Indah' oleh Presiden Soeharto. Museum ini berfungsi sebagai tempat pameran tetap dengan pemaparan benda koleksinya yang terbagi kedalam 3 tema. Lantai 1, bertemakan Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin. Lantai 2, bertemakan manusia dan lingkungan sedangkan lantai 3, bertemakan seni dan kriya yang menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru.


Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peranan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai wahana ilmu pengetahuan
2.      Bagaimana peranan Taman Mini Indonesia (TMII) sebagai obyek wisata?

  Tujuan
1.      Mahasiswa memperoleh kegiatan positif sebagai wahana untuk meningkatkan daya nalar terhadap obyek yang dikaji.
2.      Mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan sacara teoritis terhadap pengetahuan praktis dan mengetahui lebih banyak lagi tentang teori beserta pengembangannya






MUSEUM INDONESIA






Sejarah Singkat
Museum Indonesia merupakan salah satu bangunan yang terdapat di taman mini Indonesia indah yang letaknya berada di samping gedung pusat  pengelola TMII dengan posisi menghadap arah selatan . Mulai di bangun pada tahun 1976 di atas tanah seluas 20.100 meter persegi , sedangkan gedung utama seluas 7.000 meter persegi . Museum ini di resmikan  oleh presiden Soeharto pada tanggal 20 april 1980 bertepatan dengan ulang tahun ke-5 TMII. Pembangunan museum ini di prakarsai oleh bu Tien Soeharto, sedangkan perancangan bangunanya (arsitektur) adalah bapak Ida Bagus Tugur , putra Bali. Museum Indonesia yang megah dan sarat dengan patung-patung serta ukiran-ukiran ini di bangun dengan berpedoman kepada arsitektur tradisional bali yang di kembangkan.








Sebelum para pengunjung masuk ke dalam gedung utama museum ini berlantai tiga, pengunjung akan memasuki gedung museum yang di sebut Kori Agung. Kori Agung merupakan pintu utama yang berbentuk candi,sehingga di sebut juga candi kurung  karena bagian ujung atas gerbang ini se akan-akan mengurung pintu candi. Dari arah barat pengunjung juga biasa melihat sebuah bangunan yang sama dengan candi kurung, di sebut candi bentar. Pada bangunan candi kurung atau kori bagian atas gerbangnya tidak saling bertemu atau melengkung dan candi bentar adalah sebagai gerbang ke dua museum Indonesia .Museum Indonesia ini di kelilingi oleh pagar tembok dengan pintu pintu gerbangnya yang berbentuk candi kurung dan candi bentar , dengan demikian keberadaan museum Indonesia ini di anggap sebagai pura




Berikut adalah koleksi-koleksi pakaian pengantin adat dari Solo:


PENGANTI SOLO BASAHAN :
Busana pengantin solo basahan adalah salah satu model busana pengantin daerah jawa tengah.  Kedua Pengantin berbusana bahu terbuka namun kelihatan sangat berwibawa. Dahulu model busana ini hanya di kenakan pada golongan golongan bangsawan akan tetapi          sekarang menjadi busana pengantin untuk masyarakat umum . dalam penampilanya  di pelaminan di sisi kiri dan kanan pengantin berdiri kedua orang tua mempelai.






LANTAI I : BHINNEKA TUNGGAL IKA

Di ruangan ini pengunjung disuguhi satu pergelaran wayang kulit yang sangat menarik dalam sebuah diorama. Lengkap dengan seperangkat gamelan Jawa berikut boneka-boneka penabuh dengan seragamnya. Seperti biasanya pertunjukan wayang, pertunjukan ini juga dipimpin oleh seorang dalang dalam bentuk boneka dan didampingi oleh waranggana atau pesinden. Cerita atau lakon yang sedang dimainkan diambil dari serita Mahabrata yaitu Perang Kembang / Perang Tanding antara Kesatria (Arjuna) dengan seorang raksasa (Cakil).
Seni pewayangan bukanlah monopoli masyarakat Jawa saja tapi juga di daerah lain sudah mengenal seni wayang seperti yang dipamerkan di ruanagn ini : wayang Golek dari Jawa Barat, wayang Gedok dari Yogyakarta, wayang Suluh dari Jawa Timur yang digunakan sebagai sarana informasi kepada masyarakat pada jaman Revolusi Kemerdekaan pada tahun 1944, yang kemudian baru disebar luaskan pada tahun 1947 berkaitan dengan Proklamasi Kemerdekaan pada saat itu. Juga ada wayang kulit dari Bali, wayang Wahyu dari Jawa Tengah yaitu yang  digunakan untuk menyebarkan agama Kristen pada saat itu. Wayang madya dari Cirebon, wayang Tengul dari Yogyakarta, wayang Klitik dari Yogyakarta, wayang Krucil dari Jawa Timur dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian wayang adalah gambar atau bayang yang menunjukkan karakter manusia yang beragam.











LANTAI II : MANUSIA DAN LINGKUNGAN


Seperti halnya dengan lantai I, ruangan lantai II ini juga dibagi menjadi 2 (dua) ruangan, yaitu sebelah barat dan sebelah timur. Di sebelah timur pengunjung bisa menikmati berbagai jenis miniatur rumah adat, seperti : rumah adat Nias dari Sumatera Utara, rumah adat laki-laki dari Papua (Irian Jaya), rumah adat Mentawai dari Sumatera Barat, rumah Jatinegara dari Jakarta, rumah di atas pohon dari Sulawesi, rumah mengambang dari Sumatera Selatan dan yang lainnya. Juga dipamerkan beberapa miniatur lumbung padi dari Lombok, Baduy, Timor dan sebagainya.


Di lantai II ini dipamerkan beberapa alat transportasi darat dan air seperti : perahu Phinisi Nusantara, rakit, gerobak sapi, maupun andong.Perahu Phinisi Nusantara ini ditampilkan untuk mewakili perahu sebagai alat transportasi masyarakat yang tinggal di tepi pantai. Perahu ini juga merupakan kebanggaan masyarakat Indonesia yang membuktikan bahwa nenek moyang masyarakat Indonesia itu adalah pelaut dan juga sebagai bukti bahwa Indonesia adalah negara maritim. Sedangkan rakit biasanya digunakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah tepi sungai.










LANTAI III : SENI DAN KRIYA


Lantai III ini memang menampilkan benda-benda koleksi yang merupakan hasil seni dan karya bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan secara rohaniah, sehingga akandapat dirasakan perbedaannya dengan koleksi-koleksi yang lain. Memang lantai III ini diharapkan dapat menjadi puncak dari semua pameran yang ada di gedung museum ini secara keseluruhan.
Koleksi-koleksi yang dipamerkan di lantai III ini juga terdiri dari ahsil seni rupa garapan dan seni ciptaan baru. Seni rupa garapan yaitu segala hasil daya cipta atau hasil budaya yang mempergunakan pola-pola tradisional, baik dalam motif, hiasan, bahan maupun teknik pembuatannya. Sedangkan seni ciptaan baru yaitu hasil karya yang telah menggunakan bahan, motif hiasan serta teknik pembuatannya sudah diselaraskan dengan keinginan/kehendak si pembuat.
Untuk mewakili kelompok hasil seni rupa garapan, diperagakan bermacam-macam batik tradisional, tenun tradisional, perhiasan-perhiasan, senjata tradisional, kerajinan ukir-ukiran di atas kayu, keramik dan sebagainya. Dan untuk mewakili hasil seni ciptaan baru, diperagakan batik dan tenun modern, baik dari cara pembuatannya, bahan maupun fungsi atau kegunaannya sudah lebih modern. Juga dipamerkan berbagai macam keramik, ukiran ataupun anyaman.












LAPORAN PERJALANAN


Pada tanggal 16 April 2017, tepat pada pukul 10.00 am  kami langsung menuju taman mini dari rumah masing-masih , Sebelum kami berangkat, kami sudah melakukan pembagian tugas, baik itu pengambilan gambar atau pun mencatat. Kami menggunakan motor dan mobil, untuk motor perjalanan membutuhkan waktu sekitar 40 menit, sedangkan menggunakan mobil membutuhkan waktu lebih cepat karena melewati tol. Pada pukul 10.15 am  kami berangkat menuju TMII. Sekitar pukul 10.45 kami tiba di lokasi, karena menaiki kendaraan yang berbeda kita bertemu di dekat Tugu monas. Setelah bertemu dengan semua anggota kelompok dan memarkir kendaraan. Kami langsung menuju ke Museum Indonesia  dengan berjalan kaki. Karena hari minggu, banyak sekali pengunjung yang mendatangi objek wisata ini, sehingga kami pun harus berjalan perlahan karena menghindari kendaraan yang lalu lalang.
Dari kejauhan kami pun sudah melihat pintu depan museum Indonesia ,dengan setuhan bentuk bangunan bergaya bali yang terdiri dari 3 lantai , kemudian sesampainya kami di Museum Indonesia kami pun menuju ke loket untuk membeli karcis , kemudian setelah kami masuk kami di kejutkaan dengan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang terdiri dari 33 provinsi. Koleksi pakaian pengantin dan pakaian adat yang dimiliki museum ini merupakan koleksi terlengkap yang dimiliki oleh sebuah museum di Indonesia bahkan di dunia. Pameran keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin merupakan cermin kemajemukan budaya masyarakat Indonesia, baik dari sisi Agama, Pakaian, Kesenian, maupun Adat-istiadatnya. Pada bagian lain, lantai ini juga memaparkan berbagai jenis wayang dalam sebuah diorama serta alat musik tradisional.
Setelah kami asik berfoto dan mencatat tentang sejarah pakaian adat yang ada di Indonesia kami pun berlanjut ke lantai 2, pada kali ini kami di suguhi dengan bebrapa bentuk rumah tradisional berupa rumah tinggal, rumah ibadah, dan lumbung padi. Bangunan-bangun tersebut menyesuaikan dengan keadaaan lingkungan, termasuk bentang darat, misalnyarumah di dataran rendah, di atas pohon, ataupun di atas sungai. Selain itu juga, ditampilkan ruangan bangunan rumah, antara lain kamar pengantin Palembang, ruang dalam Jawa Tengah, dan ruang dapur batak. Benda budaya dan peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian serta upacara daur hidup (Life cycle rites) ditampilkan dalam bentuk diorama, meliputi ucapara tujuh bulan (mitoni), upacara turun tanah, upacara khitanan, upacara potong gigi (mapedes),
Kemudian kami pun naik ke lantai 4 , ketika kami sampai di lantai empat kami melihat pohon hayat yang begitu besar dan tinggi sehingga membuat kami kagum dengan keindahan pohon tersebut , kami pun bergantian untuk foto di pohon tersebut hasil seni garapan dan ciptaan baru, selain itu aneka kain yang meliputi songket, tenun, batik. Selain itu juga terdapat dilantai tersebut, berbagai benda kerajinan dari bahan logam seperti perak, kuningan dan tembaga. Seni ukir juga terdapat disana, antara lain adalah hasil seni ukir dari Bali, Toraja dan Asmat. Pohon hayat yang diilhami gunungan dalam pergelaran wayang sebagai pembuka, pergantian dan penutup suatu adegan dalam pergelaratn wayang berdiri megah setinggi 8 meter dengan lebar 4 meter, lambing alam semesta yang mengandung unsur udara, air, api dan tanah. Penempatan pohon Hayat di lantai III sekaligus menutup rangkain cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan. Setelah puas berfoto dan menyaksikan koleksi-koleksi yang ada di dalam museum indonesia kamipun memutuskan untuk pulang. Pukul 14.00 kami bergegas untuk pulang karna cuaca di sekitar TMII sudah mulai gelap dan hujan rintik-rintik berjatuhan , kemudian kami pulang menggunakan kendaraan masing-masing.










PENUTUP


KESIMPULAN
Berdasarkan pengalaman yang kami peroleh dari perjalan ini, kami banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru tentang kebudayaan Indonesia terutama tentang macam-macam pakaian adat, macam-macam rumah tradisional yang ada di Indonesia,dan juga seni kriya. dapat disimpulkan bahwa ternyata banyak kebudayaan Indonesia yang harus kita ketahui dan tentu saja dilestarikan karena jika kebudayaan hilang, anak dan cucu kita tidak akan mengetahui apa itu Indonesia yang seutuhnya. Maka dengan itu kami mengajak untuk mencintai budaya dan melestarikan budaya  khusunya  yang ada di Indonesia, dan kitapun harus bangga mempunya berbagai macam budaya-budaya di Indonesia tercinta ini.









  
LAMPIRAN

Ini adalah beberapa foto terkait saat kami melaksanakan study wisata ke Museum Indonesia (TMII ) dan Bukti tanda masuk kedalam TMII (karcis) :








Rabu, 05 April 2017

Kebudayaan Yang Mudah di Terima Masyarakat

Kebudayaan Yang Mudah & Sulit di Terima Masyarakat


Kebudayaan adalah hasil pemikiran atau akal manusia. Kebudayaan di setiap tempat berbeda-beda dan dapat mengalami perubahan karena beberapa faktor. Perubahan kebudayaan adalah perubahan dalam ide dan tatanan hidup masyarakat. Perubahan ini tentu saja tidak dapat disadari secara langsung dan hanya dapat dirasakan jika kita membandingkan kebudayaan lampau. Masyarakat pada umumnya menolak perubahan pada kebudayaannya, namun seiring dengan perkembangan era globalisasi, perubahan tetap akan terjadi meskipun tanpa disadari. Berikut adalah perubahan kebudayaan dan contohnya.





1. Contoh Difusi
Difusi adalah menyebarnya salah satu unsur kebudayaan di suatu ke tempat ke kebudayaan di tempat lain. Difusi terjadi karena terdapat rasa sama, memiliki manfaat, dan kecocokan dengan budaya asing tersebut. Misalnya aliran musik Barat yang kini telah memasuki aliran musik Indonesia dan cara berkomunikasi melalui jejaring sosial dari Barat yang telah merambat ke seluruh dunia. Perkembangan globalisasi juga mempermudah terjadinya difusi.

2. Contoh Asimilasi
Asimilasi adalah interaksi antara dua kebudayaan yang berbeda menjadi kebudayaan baru namun tidak lepas dari dua kebudayaan sebelumnya. Biasanya kebudayaan baru ini mengambil nilai-nilai positif dari dua kebudayaan sebelumnya dan membuang nilai-nilai negatifnya. Asimilasi timbul karena terdapat rasa toleransi antara kedua masyarakat dari dua kebudayaan yang berbeda tersebut. Contoh asimilasi adalah kebudayaan Hindu di India dan kebudayaan masyarakat Bali yang menjadi sebuah kebudayaan yang amat berbeda dari kebudayaan Bali dan kebudayaan Hindu India namun tetap tidak lepas dari kedua kebudayaan tersebut.



3. Contoh Akulturasi
Akulturasi adalah perpaduan kebudayaan yang berbeda yang berlangsung secara damai dan serasi serta tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut. Misalnya saat masuknya agama Islam ke tanah Jawa yang pada saat itu kebudayaan Hindu masih sangat kental. Namun saat ini agama Islam berlangsung sesuai dengan ajarannya dan kebudayaan Hindu di pulau Jawa masih ada hingga kini.
4. Contoh Sosialisasi
Sosialisasi adalah perubahan yang terjadi karena suatu kebudayaan bersinggungan dengan kebudayaan lain sehingga yang satu akan mengalah. Contohnya adalah seorang anak yang rajin yang pindah ke sekolah yang mayoritas siswanya pemalas. Secara tidak disadari siswa tersebut ikut menjadi pemalas.

Bentuk-bentuk Perubahan Kebudayaan dari Berbagai  Segi Berdasarkan dari peristiwa perubahan kebudayaan yanng terjadi dalam masyarakat, maka ada beberapa bentuk perubahannya. Diantara bentuk perubahan kebudayaan terjadi tersebut adalah:
1. Perubahan Kebudayaan dari Segi Waktu Kalau dilihat berdasarkan waktu, perubahan kebudayaan dapat terjadi melalui dua cara yakni, evolusi dan revolusi.
a. Evolusi atau Perubahan Kebudayaan Secara Lambat Perubahan kebudayaan evolusi merupakan suatu perubahan kebudayaan yang terjadi dalam skala kecil secara beruntut dalam waktu yang relatif lama. Perubahan ini terjadi pada masyarakat dengan sendirinya tanpa ada tekanan. Perubahan ini merupakan salah satu upaya masyarakat dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan baru yang timbul di masyarakat. Sebagai contoh adalah perubahan masyarakat tradisional menjadi masyarkat modern.

2. Perubahan Kebudayaan dari Segi Sifat Dilihat dari sifatnya perubahan kebudayaan juga dibedakan menjadi dua macam, yakni:
a. Progersif: merupakan suatu bentuk perubahan kebudayaan yang mengacu pada arah yang lebik baik atau sempurna. Dapat dikatakan bahwa progresif ini sebagai gerakan langkah maju dari suatu kebudayaan.
b. Regresif: merupakan suatu perubahan kebudayaan ke arah yang lebih menurun atau suatu gerakan mundur dari sebuah kebudayaan. Cepat atau lambat, maju atau mundurnya suatu perubahan kebudayaan yang terjadi pada masyarakat bergantung pada letak kebudayaan itu berada.



FAKTOR YANG MEMBUAT BUDAYA ASING MUDAH DITERIMA :


1. Faktor kurangnya pengawasan orang tua
2. Fakto pertemanan / pergaulan
3. Faktor lingkungan
4. Fakor teknologi


Dari faktor-faktor di atas ini sangat berpengaruh untuk perkembangan anak bangsa / penerus-penerus pahlawan bangsa. Faktor-faktr ini harus benar-benar di perhatikan dan jangan sekalipun di anggap remeh.
FAKTOR KURANGNYA PENGAWASAN ORANG TUA :
Kalau orang tua tidak memperhatikan atau memperdulikan perkembangan anaknya, sudah dipastikan anak akan menjadi tidak teratur. Banyak anak yang perilaku dan sifatnya buruk dikarenakan orang tua yang sudah jarang memperhatikan dan pergaulan anak nya. Selalu menuruti kemauan anak dan takut kepada anak itulah yang membuat anak menjadi liar.

FAKTOR TEMAN / PERGAULAN :
Faktor pertemanan juga sangat begitu berpengaruh, kalau saja salah memilih teman ataupun pergaulan sudah dipastikan akam membuat prilaku sangat jati diri menjadi terganggu . Teman itu salah satu menjadi penentu baik buruknya prilaku kita kedepannya,teman yang merugikan bisa melunturkanb budaya luhur yang nenek moyang kita. Bermula dari iseng0iseng dengan teman mencoba perbuatan yang tidak-tidak bisa-bisa membuat ketagihan melakukan kenegatifan. Faktor inilah yang menentukan perilaku keseharian kita ketika kita tidak sedang berada di rumah.
FAKTOR LINGKUNGAN :
Faktor lingkungan didasari dari tempat tinggal,bisa juga lingkungan bermainnya atau juga lingkungan sekolah. Biasanya budaya yang gampang diterima yaitu dari lingkungan dimana kita berpijak / berada, kebanyakan budaya baratlah yang digandrungi anak jaman sekarang. Karena dengan budaya barat kita akan terlihat lebih keren dan tampil berbeda dimata orang-orang, jika lingkungan sekitar kita banyak yang mnggunakan budaya luar / barat , maka kita juga bisa terpengaruh untuk mengikuti budaya luar

BTemplates.com

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Universitas Gunadarma

Universitas Gunadarma
UG